2/6/13

going south.

6 bulan di kampus, 1 bulan liburan. Liburan yang rasanya memang singkat, apalagi bagi kami mahasiswa tua yang haus akan pesta dan hura-hura. 1 bulan pun tidak akan disia-siakan. Memang sudah cukup lama kami tidak berwisata bersama, sayangnya kesempatan kali ini hanya beberapa orang yang bisa ikut. Setelah melalui rundingan alot dan berbelit-belit, akhirnya tujuan ditentukan, pantai. Memang di surabaya ada juga pantai, tapi penuh dengan tinja, plastik, dan kambing yang berkeliaran. Tujuan kali ini pantai di bagian selatan jawa timur, papuma di selatan jember, dan bajulmati di selatan malang. Pantai yang dari hasil googling diketahui bahwa intensitas pengunjungnya masih lumayan sepi. Setelah menyiapkan uang, kamera, dan beberapa helai celana dalam akhirnya kami berangkat.

 dua mobil yang menemani perjalanan

pantai dibalik hutan
 muara sungai
           karang dengan ombak mengerikan, dibawah karang ini sering ada mayat

Ternyata pantainya memang bagus, jauh diatas ekspektasi saya yang menganggap pantai-pantai di jawa selalu penuh dengan sampah. Pantainya lumayan alami dengan beberapa monyet liar berkeliaran. Kebersihan lumayan terjaga, hanya ada beberapa sisa daun dan batang pohon yang terseret ombak ke pantai.


mr. dizza ramadhan sedang relax dan santai

 bukan homo, masih normal

Perjalanan antar pantai ditempuh sekitar 5 jam membelah hutan, lewat jalan yang dipenuhi belokan-belokan tajam, dengan jurang menganga di kanan kiri jalan, doa-doa pun dipanjatkan sepanjang perjalanan berharap agar mobil tidak terguling (walaupun kenyataannya lebih banyak tertawa) . 5 jam di mobil memang bisa bikin pantat panas, punggung sakit, dan 1 teman saya muntah. 


langit senja mulai memerah
sunset dibalik awan
Saya punya pertanyaan yang mengganjal, kenapa di indonesia tempat-tempat seperti ini kalau dikelola dengan baik, akses dipermudah, justru akan kotor, kacau dan akan rusak dengan sendirinya. Apakah memang tipikal orang Indonesia yang susah menjaga dan mengelola?. Semoga hanya orang-orang tertentu yang tahu tempat-tempat seperti ini

1/6/13


selamat tahun baru 2013, semoga tahun ini lebih baik dari kemarin, selalu pakailah uploader resmi blogger, atau photobucket, kalau upload dari fb gambar anda bisa ilang sendiri, fuck! 

*mohon maaf post-post lama ada yang ga kluar gambarnya, gambarnya ilang

9/21/12

Holy Mountain.



Sebenarnya saya gak seberapa suka naik gunung, entah kenapa awal september lalu kepikiran buat ke semeru. Mungkin gara gara nemu surat ucapan selamat ulang tahun buat ayah saya, beliau mantan ketua mapala unesa, seorang pendaki profesional, sampe sekarang tiap ulang tahun mantan organisasinya itu ngirim kartu ucapan buat beliau. Dengan pengalaman yang minim, akhirnya tekat dibulatkan, sebuah perjalanan napak tilas, perjalanan dari ketinggian 5dpl ke 2400dpl, dari 30 derajat ke -5 derajat celcius.





Perjalanan yang panjang ditempuh, sial bertubi-tubi, mulai dari motor mogok, kaki kram, sampai kedinginan setengah mati. FYI buat ke ranu kumbolo harus jalan kaki dari ranu pane, kendaraan bermotor cuman bisa sampe ke ranu pane, tapi sangat tidak disarankan!, mending sewa jeep atau naik truk sayur. Perjalanan dilanjutkan jalan kaki skitar 5 jam. Untungnya terbayarkan dengan lansekap ranu kumbolo yang aduhai. Sayangnya saking dinginnya sampe ga konsentrasi buat motret, tangan mengigil gemetar hebat, mencet shutter susah. Ya paling tidak saya belajar, alam bukan untuk ditaklukkan atau dikalahkan, tapi untuk dihayati, dipelajari dan dilestarikan.