Sebenarnya saya gak seberapa suka naik gunung, entah kenapa awal september lalu kepikiran buat ke semeru. Mungkin gara gara nemu surat ucapan selamat ulang tahun buat ayah saya, beliau mantan ketua mapala unesa, seorang pendaki profesional, sampe sekarang tiap ulang tahun mantan organisasinya itu ngirim kartu ucapan buat beliau. Dengan pengalaman yang minim, akhirnya tekat dibulatkan, sebuah perjalanan napak tilas, perjalanan dari ketinggian 5dpl ke 2400dpl, dari 30 derajat ke -5 derajat celcius.
Perjalanan yang panjang ditempuh, sial bertubi-tubi, mulai dari motor mogok, kaki kram, sampai kedinginan setengah mati. FYI buat ke ranu kumbolo harus jalan kaki dari ranu pane, kendaraan bermotor cuman bisa sampe ke ranu pane, tapi sangat tidak disarankan!, mending sewa jeep atau naik truk sayur. Perjalanan dilanjutkan jalan kaki skitar 5 jam. Untungnya terbayarkan dengan lansekap ranu kumbolo yang aduhai. Sayangnya saking dinginnya sampe ga konsentrasi buat motret, tangan mengigil gemetar hebat, mencet shutter susah. Ya paling tidak saya belajar, alam bukan untuk ditaklukkan atau dikalahkan, tapi untuk dihayati, dipelajari dan dilestarikan.