nikon FE2, slr yang saya pakai sekarang
Saya kenal dunia fotografi sekitar akhir 2008, saat itu ayah saya beli sebuah kamera DSLR, dengan harapan bisa membantu tugas-tugas kuliah saya. Sejak itu saya mulai belajar berbagai aspek fotografi, termasuk teknik dan sebagainya, fotografi lanjut yang sebelumnya ga pernah saya tau. Yang saya tau dulu fotografi ya cuman masalah teknis dan estetis, ga ada aspek lain di balik itu. Setelah saya kuliah di jurusan yang banyak bersinggungan dengan dunia seni, saya punya banyak teman pelaku fotografi yang berasal dari berbagai macam aliran. Dari situ saya mulai penasaran, fotografi ternyata ga hanya teknis dan estetis, lebih dari semacam media ekspresi visual, lebih dari itu..
Akhir tahun 2009 saya mulai browsing, dan tertarik dengan kamera analog. Awalnya sama sekali ga tertarik karena dananya ga ada!! asuu!!. Kesalahan juga sih, lha waktu pertama saya browsing saat itu, saya liat situs jepang yang isinya leica, sama SLR analog mahal lainnya. Karena dsana kamera buka hanya sebagai media perekam, tapi juga dikalungkan di leher, dipake jalan-jalan, sebagai sebuah fashion statement!! Yah, bagaimanapun juga kamera yang kebeli saat itu hanyalah sebuah fujica m1 rongsokan, yang ternyata berhasil membawa saya bertemu orang-orang baru dan belajar banyak hal baru. Sejak itu saya cinta mati sama media dengan sensor seluloid-gelatin-kimiawi ini, menggantikan sensor binary-komputer-elektronik yang saya pakai.
Dari analog juga saya belajar fotografi lebih dalam, berbagai aliran yang saya ga pernah tau sebelumnya, mulai dari street, dokumentasi, etnografi, kontemporer, fine art dll. Saya juga mengamati fotografi dari sisi sejarah, mulai awal fotografi diciptakan. Dari situ saya menarik semacam kesimpulan, bahwa esensi fotografi sudah melenceng jauh dari awal dia diciptakan, baik ke arah positif maupun negatif, dari segi fungsi maupun teknis, dari hanya media seni visual menjadi sebuah penyebar tragedi, dari apapun juga. Belajar fotografi sebaiknya memang ga hanya dari teknis dan estetis, melainkan kajian menyeluruh dari semua aspek terkait. Tapi kembali ke kita juga sih mau jadi fotografer seperti apa..
"every tool is a weapon - if you hold it right" -Ani DiFranco
No comments:
Post a Comment